Aku selalu merasa disindir oleh Allah melalui apa-apa yang aku baca. Tak pernah aku membayangkan, Abu Bakar Ash-Siddiq memiliki seorang putra yang cintanya kepada Allah mengalahkan segala-galanya, bahkan cintanya yang sangat mulia pada Atikah, istrinya yang mulia.
Mudah sekali mengucapkan, “Sesungguhnya aku mencintaimu, saudariku, karena Allah.” Padahal basis cintanya salah. Kebanyakan dari kami ringan sekali mengatakan nya satu sama lain, padahal hanya untuk menyenangkan saja, bukan dalam makna sebenarnya, yang benar-benar karena Engkau ya Allah.
Dari buku NPSP, Salim A. Fillah mengatakan, “Ada banyak orang yang telah dilemahkan oleh cinta manusia. Cinta bukan menjadi energi yang mendorong produktifitas amal dunia akhirat, melainkan jadi beban yang memberati jiwa untuk bebas berbakti…”
Begitulah! Cintaku kepada orang-orang di sekitarku bertahun-tahun telah memberati hatiku sangat-sangat. Karena basis hormat, basis pertemanan, basis saling memberi, bukan basis mencintai hanya karena aku dicintai, oleh Allah, Rabb seluruh manusia yang telah Memerintahkan demikian.
T_T … ^_^ perbaiki diri, lagi dan lagi
Benang Silaturahim