Seorang Puteri dan Wanita

18 07 2007
Di masa kejahiliahannya, ketika seorang Umar bin Khatab dianugrahi Allah seorang puteri , wajahnya begitu merah padam. Ia malu! Mempunyai seorang anak peremuan adalah aib besar! Hingga tanpa pikir panjang, ia mengubur darah dagingnya yang tak berdosa itu hidup-hidup.
Di kemudian hari, saat matanya terbuka akan cahaya Islam yang benderang, ia sering menangis tersedu-sedu. mengingat betapa bodoh dan fasiknya ia. Bahkan seorang puteri adalah anugrah, dan ia baru menyadarinya.
Di masa ini, tak sedikit keluarga dianugrahi puteri-puteri yang cantik. Sehat. Hanya sayang. Hanya segelintir orangtua yang benar-benar mengetahui cara membina putera-puterinya.
Seorang wanita adalah tonggak bangsa, sabda Rasulullah saw suatu hari. Ia umpama tulang rusuk yang bengkok, yang bila dikerasi akan patah. Namun bila dibiarkan akan tetap bengkok. Maka berkatalah, binalah, ajaklah, wanita dengan cara yang lemah lembut. Namun mengena.

Sesuatu yang mudah-mudahan menjadi perenungan.


Actions

Information

Leave a comment