Idul Fitri Kali ini…

9 10 2007

lantern-in-syria.jpg

Kutunggu, embunmu basahi kering hati

Kurindu, semerbak muliamu mewangi

Kugapai, tak ingin kugenggam hampa di sini

Duhai Rabb, jangan biarkanku sendiri

Aku lapangkan hati,

Jauhku dari banyak hal yang kusukai

Namun, tidak ya Allah, untuk yang satu ini,

Mohon sisakan bagiku sejuk Ramadhan, di sanubari

Agar haus-gundahku, hapus dan pergi

Agar tak mati layu, kuntum iman yang Kau-Beri

Agar istiqamah, menjadi bagian diri

di Eidh el-fithri…

Pelukku, jangan pergi

Meski air mata dosaku tak henti-henti

Meski lalaiku, menggunung tinggi

Malah kadang, rasa tak sanggup kuhadapi

Beri kekuatanku untuk berdiri

Mencari dan menemukan cahaya yang Kau-Janji

Cahaya atas cahaya, Mulya tak tertandingi

Mohon Beri hamba yang fakir ini

Sandaran paling empuk tuk berteduh diri

Dari segala urusan duniawi yang menimbun diri,

hingga kelu lidahku, untuk evaluasi diri

Rabb, jangan pergi

Meski aku seperti ini

Terimalah perca amalku, yang terajut mini

Terimalah taubat kami

Allahumma Anta Rabbi, Laa ilaha illa Anta, Khalaqtani…

Wa ana abduka, wa ana ‘ala ahdika, wa wa’dika

Mastatha’… Rabbana laatuzigh qulubana, ba’da’idz hadaitana, wa hablana, minla dunka rahmatan

Innaka Antal wahab… 

Amin, Allahumma, Amin…





Identitas Muslim sebagai Aksesori?

9 10 2007

akssss.jpg 

“Ops! Jangan-jangan aku membawa ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam tak lebih sekedar aksesori saja?”

Tulisan Dr. Faishol Fath tentang Ramadhan di Amerika, di http://www.dakwatuna.com/, sangat menarik untuk dibaca. Terutama pada bagian ketiga, yang lumayan mengusikku. Klik ya. Mudah-mudahan bermanfaat.