Tiap orang Berbeda

22 10 2007

Tiap orang membangun dunianya sendiri, sesuai dengan karakter kehidupan yang ia miliki. Setiap orang di sampingnya memberi pengaruh pada hidupnya, dan setiap orang di sisinya mau tidak mau pasti memiliki ’sambungan’ kontak dengannya.

Cara kita menilai, menyerap, pastinya tak sama dengan orang lain. Apa yang kita serap dari sekitar, mungkin luput dari pengamatan orang lain, sebagaimana yang orang lain dapatkan bisa jadi sesuatu yang sama sekali tak terpikirkan oleh kita.

Maka jangan membangun rumah dari cermin, di mana yang terlihat di dalamnya hanyalah dirimu saja. Tak tembus matamu menatap ke luar jendela, karena semua dindingnya memantulkan bayanganmu seorang saja. Hidup terasa luas, padahal esensinya sempit, karena yang lebih luas itu hanyalah fatamorgana.

Maka jangan membangun beton tinggi. Terkungkung dirimu sendiri, tak sudi peduli tentang orang lain. Tak hobi bersosialisasi. Acuh untuk berbagi.

Bangunlah sebuah dunia yang memiliki banyak jendela. Agar lega bernafas dan sifatnya terbuka.

Janganlah jengah dengan perbedaan, karena itu sudah jadi arena istimewa manusia di dunia. Jangan pula sibuk dengan penilaian-penilaianmu yang sempit, tetapi milikilah prinsip dalam melangkah. Janganlah sakit bila dikritik, karena itulah yang akan menambah dirimu lebih baik. Janganlah sedih bila disalahkan, dari situ kau akan belajar tentang resiko dari tindakan. HAti-hatilah dengan ikatan persahabatan, jangan ketergantungan. Bila duniamu hanya sekelumit area sempit, wadugh… sulit.

(Bandung, di siang ku baru sembuh dari euforia semalam. Bwt tim LTMC, terima kasih banyak ya. Banyak oleh-oleh yang kami (aku dan adikku) dapatkan dari Jakarta. BAik-baik di sana, sampai selesai hari sisa :) Nice to meet u’all~ utk bbrp figur, berhentilah gombal dan bo’ong. Mhn maaf jika ada yang tak berkenan)


Actions

Information

Leave a comment