Meski aku bukan orang yang suka mengistimewakan waktu tertentu, tapi ternyata momen istimewa itu memang ada.
“Selamat datang dunia baru dan penuh tantangan. Walau aku tak berani menantangmu dengan pongah dan merasa bisa mengalahkan, setidaknya aku punya sesuatu yang kuat untuk menjadi sandaran. Iman…”
Uhh… Lepas satu titel dari diriku. Mahasiswa S1. Eit, bentar… sepertinya aku melihat namaku tambah panjang. Apaan nih, L.M. SePeDa..? (whuhe..)
Padahal baru beberapa bulan lalu, mulutku tak bisa ditahan terus mengeluh. “Gara-gara dosen itu, aku jadi tak bisa menuntaskan studiku selama 9 semester (stusi tercepat di B.Ing UPI)…” “Dosen pembimbingku itu ya, begini… begini… Sebeel!”
Tapi begitu selesai sidang, segala beban serasa meluncur begitu saja. “Lho… aku kok tiba-tiba jadi nggak ada pekerjaan ya?”
Momen wisuda pun kulalui dengan leumpeung. Perasaan yang lurus-lurus saja. Tidak sedih, tidak haru, tidak bahagia. Tapi sesudahnya baru semua itu terasa, lamban merasa (hehehe>>).
Malam tadi, teman-temanku kompak mengerjaiku. Bagusnya… mereka berhasil. UGH! Masih kesal, tapi senang. Perasaan macam apa itu?
But, afterall, terima kasih, telah menambahkan satu bingkisan peristiwa lucu, aneh sekaligus menyebalkan tapi menyenangkan (huachii…!) bagi diriku.
Yah, kalian kumaafkan lah. Makasii, makasi. Special thanks for Pak E., Mas Yu, Mas Nu. yang super jail, Semoga Allah Mengampuni dosa-dosa mereka (whuhe..).
teteh.. selamat y wisudaanny, kalo g slh ni, intan liat pic shazz pake toga, punya teteh y? wuehehehe… ayo shazz, smangat…