Tidak Menjadi Cengeng!

29 12 2007
40293572alone.jpg
Setiap Manusia punya potensi untuk menjadi cengeng, picis, pesimis dan melankolis.

Pendukung potensi ini adalah, waktu luang yang terlalu banyak. Pikiran yang tidak distel dengan baik, serta kegiatan yang tidak dikelola, dan tentu, imannya yang menurun drastis.

Setiap jeda kehidupan kita pasti menerbitkan peluang untuk kita menjadi cengeng. Memiliki keinginan untuk ‘berbagi’ dengan orang lain, meski itu berarti ‘membebani’. Sifat cengeng juga bisa berkedok sangat verbal dan diplomatis, padahal ia secara tidak langsung menggambarkan kondisi jiwanya yang sedang kurang stabil.

Rasulullah pernah mengkhawatirkan keadaan mukmin yang berhati lemah dan rapuh. Alangkah ruginya seseorang yang mengaku beriman, tapi berhati cengeng, mudah berputus asa, membuang waktu sia-sia, dan sedikit sekali memupuk asa dengan kegiatan yang bermanfaat. Na’udzu billahi min dzalika.


Actions

Information

2 responses

17 10 2008
venty

assalm.wr.wb,,,
…………….menulis adalah sebuah denting hati yang harus dikoyak..lebih dalam dan lebih dalam…SEMOGA BERMANFAAT BAGI BANYAK PIHAK…….amin…semoga kumpulan tulisan ini dap[at berwujud konkrit di depan mata….tdk di cyber/maya

12 01 2009
Lilis Mariny

Wa alaikum salam Teh Venty. Terima kasih atas masukannya. Benar, bagi saya sendiri lebih mudah menuliskan daripada mewujudkan. Menulis lebih berfungsi mengikat makna dan peristiwa bagi saya. Agar mudah diingat kembali :)

Leave a comment