Janji adalah salah satu yang disebut amanah. Ia juga menjadi olak ukur sifat seseorang, dapat dipercaya atau tidaknya. Dalam Islam, salah stu sifat orang munafik adalah jika ia berjanji ia tidak menepati. Maka orang yang amanah adalah orang yang mampu menghargai janji dan mengusahakannya.
Beberapa pekan terakhir aku teringat sebuah sketsa yang pernah kualami sendiri saat Kuliah Kerja Nyata di Desa Girimukti tahun 2006 silam. Aku dan tim pergi ke pelosok-pelosok untuk mendata siswa yang melanjutkan sekolah ke SMP dan yang putus sekolah, intinya mengecek apakah progam belajar 9 thn program lama pemerintah berjalan dengan baik. Hasil pengecekan ini memang kurang memuaskan, sehubungan banyak juga ana usia sekolah harus putus sekolah untuk ngecrik (menangkap ikan) demi ekonomi keluarga dsb.
Suatu hari kami diundang bersilaturahim ke rumah seorang ustadz dan melihat-lihat keadaan sekolah madrasah sekaigus pesantren yang beliau rintis. Sebelum kami pulang kembali ke basecamp beliau berkata: “Tolong nanti diberitahu kepada siapapun yang ingin menginfakkan harta, di sini masih butuh banyak fasilitas. Sejauh ini, siswa yang ingin sekolah harus menggunakan perahu sedang perahu milik madrasah ini baru ada satu. itupun saya pesan dari kumpulan uang infak.”
Dari Girimukti kami berjalan cukup jauh ke pesantren itu, entah berapa kilo. Nama daerahnya aku juga sudah lupa, namun datanya pasti masih tersedia di UPT KKN UPI. TK dan marasah yang kami datangi adalah satu-satunya sekolah di daera tersebut. Pesantren pun secara umum sebenarnya bertempat di madrasah tadi dan santri menginap di bagian lain yang disekat di dalam rumah sang Ustadz beserta istri. Aku terngiang-ngiang beliau meminta kami menyampakan permintaannya tapi setelah balik ke BAndung aku lupa. Mudah-mudahan ada yang bisa membantu beliau dengan adanya postng ini. Terutama jika ada di tempat yang berdekatan.
Desa Girimukti terletak di kecamatan Batujajar, Kabupaen Bandung, bisa dilihat dengan meng-klik anotherblogkoe, di segmen Jalan-jalan dari blog ini.
Benang Silaturahim