Kesederhanaan adalah hal mutlak yang diperlukan untuk dapat memulai sesuatu dengan mudah. Kesederhanaan juga akan memberikan jalan yang membuat sebuah beban amanah menjadi ringan. Kesederhanaan juga bisa membuat hal-hal sulit dan berkabut menjadi terang, jelas dan dapat dijangkau akal. Sederhana.
Jika membuka mushaf Al-Quran, surat yang pertama kali akan kita temukan adalah surat Al-Fatihah. Surat ini berisi tujuh pernyataan yang merupakan pengajaran sebenarnya. Penjelasan mengenai petunjuk yang ringan. Sederhana, agar mudah dipahami dan diyakini manusia, untuk diamalkan. Bukankah kita selalu dituntun Allah untuk meneguhkan iman dengan menyebut iyya kana’budu, wa iyya kanasta’in. Ihdinash shiraathal mustaqim… Dengan ucapan sederhana yang mudah diingat maknanya.
[1.1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
[1.2] Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
[1.3] Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
[1.4] Yang menguasai hari pembalasan.
[1.5] Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
[1.6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,
[1.7] (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Kita sering lupa dengan kata ‘sederhana’ dalam memulai sesuatu. Karena terlalu terobsesi, atau karena sikap ingin perfect, kita mengabaikan kemudahan yang bisa dimanfaatkan. Demi penghargaan dari manusia, kita sering mengabaikan penghargaan paling dasar dan paling nyata sesungguhnya. Yaitu penghargaan Allah atas niat yang ada di dalam dada ini. Niat yang lurus untuk Allah semata.
Dalam banyak kasus masalah, inti kepelikan adalah tidak bisa mencari benang pengait. Tidak bisa membuat hal jelimet menjadi tidak rumit. Tidak bisa menghadirkan kesungguhan untuk mengalah dalam masalah. Tidak bisa mengambil jeda untuk berdialog dengan diri sendiri. Ada masanya kita harus diam berpikir untuk bisa melihat sesuatu dengan baik. Paling baiknya kita berpasrah dalam setiap kecemasan dan ketakutan yang menghampiri. Adalah sepatutnya kita memohon benar-benar ditunjukkan kepada jalan yang lurus dalam menghadapi semua hal, seperti apa yang kita ucapkan dalam surat Al-Fatihah di tiap rakaat shalat yang kita lantun. Sederhana.
Ingatlah kembali, bahwa kita tidak diajarkan mengenal agama kita dari kepelikan, tapi kemudahan. Ingatlah juga bahwa kebaikan itu melapangkan dan bukan menyesakkan. Ingat pula, bahwa yang kita cari adalah nikmat, bukan kemurkaan dan kesesatan. Alangkah beratnya beban manusia, jika kehilangan modal awal yang dicontohkan Rabb kita ini. Modal kesederhanaan.
Dari Anas ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Permudahlah
dan jangan kalian mempersulit, gembirakan dan jangan kalian
menakut-nakuti !” (HR.Bukhari dan Muslim)

Benang Silaturahim