Pagi ini aku pergi ke sebuah SMPN Kota Jambi untuk menggantikan ibuku menghadiri pertemuan wali murid. Judul pertemuan ini adalah Sosialisasi UAN 2009. Ya, karena adikku adalah seorang siswa kelas 3, kami semua harus bekerjasama mempersiapkan mentalnya.
Ujiaan akhir nasional, seperti biasa, didominasi empat mata pelajaran angker seperti Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Matematika dan IPA. Standar nilai rata-rata 5,5 adalah patokan kali ini. Ujian akkhir itu dikabarkan dimulai 29 April nanti.
Dalam pertemuan tersebut, dikemukakanlah berbagai masalah klasik menjelang UAN. Semisal para guru yang tergopoh-gopoh mendisiplinkan murid agar dengan tertib mengikuti program les di sekolah. Beberapa orangtua mengeluhkan kekhawatiran mereka tentang kelulusan anaknya nanti ke sekolah di jenjang Sekolah Menengah. Ada juga seorang bapak yang mengusulkan agar para guru ikut serta dalam mengajarkan pendidikan moral kepada anak-anak.
Well, pertemuan ini adalah sosialisasi tentang UaN sebenarnya, namun masalah meluas di dalam forum. Namun sebagian besar wali murid menyambut baik cara Kepala Sekolah men-transparansi masalah les-yang dikatakan diberikan kepada murid secara gratis, UAN, hingga masalah pemasukan dana yang disubsidi pemerintah kota Jambi (berhubung wali kota terpilih pernah menjanjikan pendidikan gratis bagi warga kota Jambi). Termasuk komplain tentang PR pelajaran Kesenian seperti merajut dan membuat payet yang dianggap terlalu menyita waktu siswa di rumah.
So, wish you all the best, Dek! Belajar, rajin mengulang, dan jangan tinggalkan shalat fardhu-mu.
Benang Silaturahim